Doel Remos

MENGAMANKAN Agenda nasional merupakan topik utama dalam Rakornas Forum Pimpinan Daerah belum lama ini. Dimana YM Presiden Jokowi menegaskan, cipta lapangan kerja merupakan topik hangat untuk difikirkan dan direalisasikan oleh semua unsur pembangunan di negeri ini.

Tidak saja Pemda provinsi, kabupaten hingga kebawahnya. Bujan saja Kapolri, Kapolda, Kapolres hingga kebawahnya. Begitu pula Panglima TNI hingga jajaran paling bawah. Sama pula dengan institusi Kejagung, juga harus merealisasi hingga jajaran paling bawah.

Cipta lapangan kerja menjadi tanggung jawab bersama!. Cipta lapangan kerja dimulai dengan perbaikan regulasi yang ada. Regulasi yang saling menghimpit dan menjerat diakui mengurangi fleksibilitas setiap program yang diluncurkan.

Akibatnya laju investasi tidak memberi warna pada neraca ekonomi dan perdagangan kita. Yang pada gilirannya kemiskinan dan angka kriminalitas meninggi akibat cipta lapangan kerja yang begitu semit.

BACA JUGA  Lampung Tuan Rumah Rakor Destinasi Wisata Regional Sumatera

Fleksibilitas harus dimulai saling koordinasi, terbuka satu sama lain dilingkup Forkopimda-Gubernur, Kajati dan Kapolda. Bukan saling ‘bisik’ apalagi saling ‘menjual’ yang ujung-ujungnya saling ‘menjerat’ satu sama lain. Ini mengemuka di Rakornas.

Cipta lapangan kerja dimulai dengan bagaimana anggaran yang triliunan rupiah sa’ Indonesia ini bergulir dengan tepat waktu. Dikatakan YM Jokowi, tendering yang ‘berlama-lama’ atau di ‘lama-lamain’ mengakibatkan kualitas pekerjaan sangat tidak menguntungkan masyarakat.

Kocok bekem  dan setoran proyek dalam sistem e-tendering sudahlah, begitupun sistem jatah-jatahan dalam e-tendering. Jatah kapolda/kapolres, jatah kajati/kejati mulailah dihapus sejak Rakornas hingga kedepan. Apalagi, Kapolri Idham Azis, sudah membaca sinyalemen itu.

BACA JUGA  Lampung Kebut Revisi RTRW

Mosok tentoro, polisi, jaksa apalagi wartawan, kok  main proyek! Ladallah…rek.

Terakhir, penegasan YM Jokowi memberikan kemudahan bagi kita untuk mengevaluasi keberhasilan Kabinet Indonesia Maju dan Lampung Berjaya. Pertama, berapa banyak pemangkasan aturan persemester yang dilakukan Kabinet Indonesia Maju, Kedua, berapa banyak cipta lapangan kerja yang terbuka. Ketiga; akan semakin hilang dari media sebutan ‘setoran proyek’, ‘jatah proyek’ apalagi istilah  ‘mahkota’ dalam e-tendering.

Jika ini dapat diperbaiki, kita bisa menaruh harapan untuk Indonesia Maju, Lampung Berjaya! Karena pesan Jokowi, menurut saya, ya kulit sekaligus isi Nusantara hari ini. Tabikpun…

wartawan lintaslampung.com

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here