BERBAGI

Laporan : M.Danis Mulya

BANDAR LAMPUNG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kabupaten Pesawaran mematok target pendapatan alias retribusi dari Pasar Kedondong yang begitu tinggi, namun tidak di imbang oleh pelayanan kepada para pedagang.

Berdasarkan pantauan di lokasi oleh Lintaslampung, peran KUPT Pasar Kedondong tidak berjalan dan banyak para pedagang dan masyarakat sekitarnya mengeluh. Diantaranya soal bau tak sedap akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik.

Selain itu, soal kemacetan yang selalu timbul saat jam-jam sibuk alias padat.

“Kami sudah sering melaporkan kepada pengurus KUPT Pasar Kedondong terkait sampah yang menumpuk, jawaban pengurus segera dibereskan, tapi nyatanya masih saja begitu,”ujar Zainudin.

“Kami sudah bosan menegur pengurus KUPT tentang sampah. Dan keluhan para pedagang tidak pernah di tanggapi,”timpal Ima yang juga salah seorang pedagang.

Seperti yang pernah diberitakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pesawaran mematok pendapatan dari retribusi Pasar Kedondong sebesar Rp 35 juta/bulan yang sebelumnya sebesar Rp 42 juta/bulan. Tingginya rencana pendapatan tersebut, seluruh pedagang berharap dapat diimbangi oleh layanan dan kondisi pasar yang ebih bersih dan tertib.

“Bukan kayak sekarang. Pasar kotor, sepi pembeli tapi retribusi dipatok tinggi,’imbuh salah seorang pedagang yang enggan disebut jati dirinya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here