Diduga Epilepsi, Pedi Ditemukan Tewas

13

Laporan: Sugeng Pendim

CILACAP– Warga Desa Bantar, Kecamatan Wanareja, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang tergeletak di bawah Curug Tonjong. Curug tersebut tepatnya berlokasi di Dusun Sukarela RT. 01 RW. 13 Desa Bantar, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Senin (24/8)

Mendengar laporan warga, Babinsa Bantar, Koramil 16 Wanareja, Serda Ahmad Aris bersama Kapolsek Wanareja, Kanit Reskrim beserta anggota, BPBD Majenang Muhadi, Kasitrantib PP Sunarto, serta Tim Medis dari Puskesmas Wanareja II yang di pimpin oleh dr. Catur Aan Cantoro mendatangi TKP guna mencatat dan meminta keterangan saksi-saksi.

Diketahui korban adalah Pedi Ginanjat Waluyo (20), laki – laki yang bekerja sebagai petani, yang beralamat di Dusun Babakan RT.004/RW. 004 Desa Bantar, Kecamatan Wanareja. Dari pemeriksaan Tim Medis di TKP, korban dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA  Kopi, Mendekatkan Satgas dan Warga

Salah seorang saksi Nouval (23), pekerja swasta yang berasal dari Kecamatan Cipari menuturkan dirinya saat itu hendak memancing di Curug Tonjong akan tetapi sesampainya di Curug, dia melihat ada seseorang yang terlihat mengapung.

“Saya sangat kaget saat pertama melihat jasad korban, dari situ saya langsung melapor kejadian tersebut kepada Babinsa dan Kepala Desa setempat” tuturnya.

Babinsa Bantar Serda Ahmad Aris membenarkan adanya laporan dari warga. Diakuinya korban tersebut salah satu warganya. Langkah selanjutnya dia berkoordinasi dengan kepala desa untuk langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wanareja. Sehingga Petugas dari Polsek dan Tim Medis dari Puskesmas Wanareja II langsung datang ke lokasi dan ikut Membantu evakuasi korban dari dalam air Curug untuk pemeriksaan.

BACA JUGA  Kapten Infanteri Sidin Pantau Latihan Seni Tek-Tek

“Dari keterangan keluarga, diketahui korban memiliki riwayat sakit ayan atau epilepsi dan sudah sering berobat ke Puskesmas II Wanareja. Dari hasil analisa Tim Medis tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, hal ini menguatkan dugaan korban meninggal akibat sakit yang dideritanya,” jelas Babinsa.

Ketua Tim Medis dr. Catur Aan Cantoro mengungkapkan berdasarkan hasil visum jenazah, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban selanjutnya Keluarga korban Hermawan (27) menerima musibah tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi.

“Dari hasil visum yang kita lakukan tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan pada tubuh Korban/Jenazah, namun ditemukan luka lecet pada pelipis mata kanan, dan telinga kanan lecet. Dugaan korban terjatuh, saat penyakitnya kambuh,” ungkapnya.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here