Denny : Mafia Hukum Dan Oligarki Korup Kalimantan Selatan

Selasa, 7 Juni 2022 | 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Yulizar

JAKARTA– Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki sumber daya alam yang sangat kaya. Daerah ini terkenal dengan penghasil batubara dan kelapa sawit yang banyak.

Namun, ditengah berlimpahnya kekayaan alam, ternyata Kalsel memiliki banyak kasus hukum yang masih belum terungkap dan masih menjadi misteri di kalangan masyarakat.

Untuk memecahkan persoalan ini, Prof. Denny Indrayana, putra kelahiran Kalimantan Selatan tepatnya di Pulau Laut, Kota Baru, menyatakan dengan tegas jika ada persoalan yang belum terpecahkan di daerah kelahirannya.

Dalam diskusi yang digelar melalui zoom meeting, Senin, 6 Juni 2022 pakar hukum yang juga mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, tahun 2011 hingga 2014 menegaskan jika persoalan di tanah kelahirannya karena ulah oknum aparat yang berpihak kepada oligarki.

Dari negara bagian Australia, Denny memaparkan bagaimana kayanya alam Kalimantan Selatan, namun berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat yang berada di wilayah tersebut, yang masih memiliki standar kehidupan dibawah rata-rata.

Dalam pemaparannya Denny mengatakan jika persoalan yang terjadi di Kalsel seperti penyerobotan tanah yang berakibatkan terjadinya pembunuhan lebih disebabkan oleh lemahnya penanganan aparat hukum. Dirinya dengan berani mengatakan jika ada oknum penegak hukum yang melindungi para oligarki melakukan tindakan semena-mena, hingga merebut secara paksa hak warga.

Baca Juga:  Danbrigif 4 Mar/BS Tekankan Soliditas dan Karakter Prajurit “JAWARA“ pada Apel Gabungan di Lampung

“Banyak yang bercokol oknum-oknum penegak hukum yang melakukan perlindungan terhadap para mafia hukum di daerah itu,” ungkap Denny.

Adanya aparat-aparat yang harusnya menegakkan hukum menjadi orang yang memperjual belikan keadilan dan menjadi mafia hukum.

Bisnis Hostile Acquisition

“Jadi ini praktek mafioso, sebagai mana praktek mafioso ia akan menjangkiti banyak aspek ada di oknum kepolisian, oknum kejaksaan , lembaga peradilan dan ada di oknum advokad bahkan di oknum perguruan tinggi, yang pada saat bersaksi pendapatnya ini tergantung pendapatan,” jelas Denny Indrayana.

Pada level terendah juga mencakup kepada panitra bahkan sampai mencakup profesi premanisme, debkolektor dan sebagainya. Dimana hukum itu menjadi komoditas. Praktek- praktek hukum berpilin dengan kekuasaan dan politik uang.

“Jadi ada oligarki yang koruktif. Tapi kita juga harus dengan fair mengatakan ada oligarki yang bersifat positif dan menghadirkan dampak yang baik dan membawa kemaslahatan kepada orang banyak,” jelasnya.

Baca Juga:  ‎Aguswanto Pimpin JMSI, Vasko Beri Dukungan Penuh

Namun oligarki yang korupktif akan menghalalkan segala cara seperti menyerobot lahan warga, mengkalim tanah warga, mengambil izin orang bahkan membunuh. Tidak sedikit pebisnis yang dikriminalisasi.

“Ini modus bisnis orang kemudian direbut dengan cara megkriminalisasikan lawan bisnisnya itu. Nah ini modus-modus yang tidak fear , dalam bahasa bisnis koorporasi disebut ‘Hostile acquisition’ merebut hak orang secara paksa dengan cara mengkriminalkan. Mengkriminalkan orang itu menggunakan tangan-tangan penegak hukum. Kenapa bisa begitu? Lagi- lagi ada uang yang dialirkan,” terangnya.

Diskusi ini pun akhirnya menyerempet ke persoalan yang dihadapi oleh pengusaha muda Mardani H. Maming.

Profesor Hukum ini mengatakan perlu dilihat secara utuh, detil, menyeluruh dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan yang beredar di media.

“Apakah ini ada semacam indikasi atau semacam kriminalisasi dari pihak PT Jhonlin atau perusahaan milik Haji Isam, itu tidak cukup karena harus melalui proses pembuktian, ditelisik secara serius didalami,” kata pria yang mengaku sebagai korban kriminalisasi ini.**

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Lampung Raih Terbaik II Akses Penduduk dan Pendidikan 
Program HELAU Bawa Lampung Selatan Daerah Berprestasi 2026
Festival Krakatau XXXV;  Momentum Perkuat Daya Saing Wisata
Trump Ngaku Ganti Pesawat di Turkiye karena Ancaman
China Serukan Akhiri Konflik Israel-Palestina
Korban Tewas Gempa Bumi Kolombia Jadi 188 Orang
Presiden Iran Siap Perluas Kerja Sama dengan Pakistan
Perdana Dimulai di Metro, Ombudsman Lampung “Uji” Pelayanan Publik 2026

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:41 WIB

Lampung Raih Terbaik II Akses Penduduk dan Pendidikan 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:35 WIB

Program HELAU Bawa Lampung Selatan Daerah Berprestasi 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:23 WIB

Festival Krakatau XXXV;  Momentum Perkuat Daya Saing Wisata

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:48 WIB

Trump Ngaku Ganti Pesawat di Turkiye karena Ancaman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:30 WIB

China Serukan Akhiri Konflik Israel-Palestina

Berita Terbaru

Lampung Raih Daerah Prestasi 2026 Versi Kemendagri

#indonesiaswasembada

Lampung Raih Terbaik II Akses Penduduk dan Pendidikan 

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:41 WIB

Lamsel Raih Penghargaan Lewat Program HELAU

#indonesiaswasembada

Program HELAU Bawa Lampung Selatan Daerah Berprestasi 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:35 WIB

Festival Krakatau XXXV

#indonesiaswasembada

Festival Krakatau XXXV;  Momentum Perkuat Daya Saing Wisata

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:23 WIB

Donal Trump ngaku dirinya harus berganti pesawat di Turkiye. Karena sds ancaman [xin]

#indonesiaswasembada

Trump Ngaku Ganti Pesawat di Turkiye karena Ancaman

Rabu, 12 Agu 2026 - 22:48 WIB

Israelvs Palestina

#indonesiaswasembada

China Serukan Akhiri Konflik Israel-Palestina

Rabu, 12 Agu 2026 - 22:30 WIB