Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menginginkan debat itu seperti cerdas-cermat di sekolah. Di mana kedua kandidat bebas bertanya dan menjawab, sehingga akan berlangsung secara alamiah, natural dan intens.

“Dengan begitu, maka KPU tak perlu repot-repot menentukan panelis untuk menyusun pertanyaan. Sehingga debat itu tak terkesan hanya seremonial,” tegas Fahri dalam diskusi ‘Menakar Efektifitas Debat Capres dalam Meraih Suara’ bersama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan pengamat Politik CSIS, Arya Fernandes di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (14/3)

BACA JUGA  Korupsi Marak, Reformasi Birokrasi Gagal

“Apalagi tak ada jaminan pertanyaan itu tidak bocor kepada kedua capres. Jadi, KPU jangan mereduksi hak-hak rakyat yang ingin tahu calon pemimpinnya,” tambah Fahri.

IKLAN

Anggota Fraksi PDIP, Eriko Sutarduga berharap rakyat bisa langsung bertanya dalam debat capres-cawapres. Sehingga rakyat sebagai pemilih akan mengetahui secara baik capres-cawapres yang akan dipilih pada (17/4).

BACA JUGA  KPK Harus Tuntaskan Kasus Century

“Ini pesta demokrasi untuk rakyat, dan bukannya perang. Maka alangkah menariknya kalau rakyat bisa langsung bertanya dalam debat capres-cawapres nanti,” tegas anggota Komisi VI DPR RI itu.

Dengan rakyat bertanya seperti itu kata Eriko, maka rakyat akan makin mengetahui kapasitas dan jejak rekam calon pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. “Tentu pertanyaannya disesuaikan dengan tema yang sudah ditetapkan oleh KPU,” tambah Eriko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here