Doel Remos

JELANG pemilihan Pimpinan Negeri Kalangan beragam pendapat soal positioning Kyai. Sebahagian elemen di negeri ini berpendapat Kyai harus berpendapat dan menentukan sikap dalam pilihan.

Mengenai pendapat ini Din Bacut dan Doel Remos sulit untuk menemukan kata sepakat.

Sebab, Kyai merupakan panutan dalam kehidupan sehari-harinya. Dan kyai pun seorang manusia, bisa salah juga bisa khilaf.

IKLAN

“Oleh karenanya, Kyai harus harus bersikap. Landasan istigoroh dan Kitab-kitab pegangan yang sumbernya satu Al Khalik,”ujar Din Bacut. “Wayah lurus fikiran Din Bacut,” gumam Doel Remos tanpa ekspresi.

BACA JUGA  Pusawaran, Jak Zaman Apak Bagi Kicut

“Sangun seharusnya gegohrena Din. Kyai harus memilih dan menentukan sikap dalam siapa yang layak memimpin negeri Kalangan. Misal ne, pemimpin harus punya ugama, track record no waway. Semangat membangun ni kelia’an. Lain main bedak jama pupur alias lagi haga sok-sok rajin, ghadu hajat ni melap alias hit and run alias haga bangik sayan,”jawab Doel Remos.

BACA JUGA  Rp 500 Jeti Untuk Santi

“Mak salah artine lamun Kyai memiliki sikap dalam hal menentukan Raja Kalangan?” ujar Din Bacut dengan nada tanya. “Seratus pol mak salah. Syarat jadi Raja jak zaman tumbay ia mak tercela. Mak nayah cerita, maksudne mak macom-macom. Minimal mak terjebak pada hal-hal bandha-kerepsi, dhampar-ambisius lan wanito-tuk buyuk hahahahaha,”timpal Doel Remos.

Lamun salah, tabik…pun (*)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here