Kesimpulan ini dipaparkan oleh Martin Seligman, Direktur Pusat Psikologi Positif di University of Pennsylvania, dalam risetnya tahun 2005.

Pada penelitian tersebut, peserta yang melakukannya merasakan efek baiknya setelah menulis rasa syukurnya setiap malam.

Dalam satu bulan, mereka melaporkan bahwa mereka merasa lebih bahagia dan tidak terlalu tertekan dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga:  Gelar Aksi Unjuk Rasa, K-SPSI Lampung Tuntut Revisi UU Cipta Kerja

Kebiasaan itu kemudian dipertahankan pada 3-6 bulan berikutnya yang menghasilkan kebahagiaan yang lebih meningkat.

“Intinya adalah melatih pikiran Anda untuk memikirkan bagian-bagian hidup Anda yang baik,” kata Emiliana Simon-Thomas, Direktur Sains Berkeley’s Greater Good Science Center.

Baca Juga:  Skema Pembatasan BBM Bersubsidi Lebih Rasional untuk Jaga Daya Beli Rakyat

Alih-alih berfokus pada bagian-bagian yang membuat stres atau menjengkelkan, kita memikirkan hal baik yang terjadi sehingga kemudian berdampak nyata pada kebahagiaan kita.

Tentu saja ini jauh lebih mudah dan murah dibandingkan staycation atau metode healing kekinian demi melepas stres bukan?. ##

sumber: lifestyle.kompas.com

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini