Laporan: Vona

BANDARLAMPUNG – Ditengah masih mewabahnya Pandemi Covid-19 di Bandarlampung, selain berdampak terhadap roda perekonomian kepada masyarakat, hal terebut juga dirasakan orang tua murid pada Sekolah Yayasan Al Hikhah, pada Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Hikmah, Jalan Sultan Agung Wayhalim Bandarlampung.

Berdasarkan surat edaran nomor 869.10/SK/MI.A/VII/2020 di WatsApp Group (WAG) Kelas IVb MI Al Hikmah, biaya pendaftaran ulang kelas 2 hingga kelas 6 sebesar Rp.600 ribu, sedangkan kelas 1 sebesar Rp.547 ribu, per siswa, Jum’at (10/7) malam.

Dalam chat group orang tua siswa di WAG, salah satu orang tua murid kelas IVb menyampaikan keluhan atas rincian yang tertera dengan jelas seperti, biaya Perawatan Gedung dan Kesehatan yang dibebankan oleh orang tua siswa.

Sementara orang tua murid yang lain bervariasi menyampaikan keluhan seperti, jumlah nominal buku buku yang harus dibeli dan keluhan lain atas keputusan pihak sekolah yang tidak melibatkan orang tua wali murid hingga terkesan keputusan sepihak.

BACA JUGA  CitraLand, Rumah Premium Mengecewakan

“Setebal apa bukunya, saat jelas 3 hanya berkisar Rp.150 rb dan bisa dibeli diluar atau di foto copy, sekarang buku saja bisa Rp.300 rb lebih,”cetus salah satu murid.

Usai argumentasi dalam WAG tersebut, wali kelas IVb yang baru saja diberikan amanah, Ulfi, mengirimkan informasi yang intinya tetap dengan keputusan sepihak sekolah, karena tidak menyebutkan biaya kelas 2 hingga kelas 6. Akan tetapi hanya menyebutkan biaya kelas 1 MIS Al Hikmah.

Dari biaya sebesar 547.000 untuk pembelian Buku Tema, Assalam dan LKS selama satu tahun pelajaran dan bisa diangsur.

Perawatan Gedung (seperti pengecatan, pengadaan dan service kipas angin, perbaikan almari dan meja kursi dll.) dan Kesehatan (penyediaan obat obatan ringan) sebesar Rp. 53.000 selama setahun juga dan bisa angsur,

BACA JUGA  DPD Dukung Pemerintah Lawan Covid 19

Kebijakan ini diambil dengan argumentasi sbb:

1. Pembelajaran dengan referensi pendukung (Buku, Assalam dan LKS), sangat mendukung peningkatan kualitas siswa, apalagi pembelajaran masih daring/online, keberadaan buku referensi menjadi sangat urgen sekali.

2. Pengadaan Buku Tema dan LKS sebenarnya sudah jalan, namun belum diformalkan dalam daftar ulang, dan responnya sangat baik sekali dari para walimurid serta sangat membantu pembelajaran dirumah.

3. Pengumpulan walimurid dalam jumlah besar sangat bertentangan dengan protokol covid -19, itu alasannya kenapa walimurid tidak boleh dikumpulkan, dan pembelajaran tetap online, sesuai edaran Wali Kota Bandar Lampung.

4. Maka cukup diwakilkan oleh komite madrasah.

5. Kalau dipandang perlu, semua walimurid akan dikumpulkan, setelah pandemi covid -19 sudah tidak ada lagi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here