BERBAGI

Laporan: Nara J Afkar

MESUJI – Dalam rangka memperingati hari Santri Nasional, guna mencegah bahaya penyebaran paham radikalisme di Kabupaten Mesuji, Kapolres Mesuji AKBP Eddie Purnomo.SIK., beri penyuluhan kepada para masyarakat, santri, tokoh agama, dan para ulama di bumi ragab begawe caram itu. Bertempat di Aula SMPN 2 Tanjung Raya, Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (16/10).

Turut hadir dalam kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati hari Santri Nasional itu, Ketua DPRD Mesuji yang juga selaku Ketua Muslimat NU Kabupaten Mesuji Hj. Elviana Khamami, Asisten II Beddi.MH., Kapolsek Tanjung Raya IPTU M Ataka, Perwakilan Pengurus NU Mesuji, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat se-Mesuji.

BACA JUGA  Awal Tahun, Angka Perceraian Di Mesuji Cukup Tinggi

Acara yang di buka Asisten II Beddi, yang
dalam hal ini beliau mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Mesuji untuk membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Beddi sangat mengapresiasi dan menyambut baik diskusi halqoh menanggulangi radikalisme ini karena bisa sangat membantu dalam membangun khususnya dalam bidang keagamaan di masyarakat.

Sementara Kapolres Mesuji AKBP. Eddie Purnomo menyampaikan bahayanya radikalisme dan terorisme, maka dari itu Dia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan mengantisipasi terjadinya hal-hal tersebut. Adapun hal yang perlu di waspadai di lingkungan sekitar bilamana ada orang-orang atau kelompok organisasi yang mencurigakan dengan perubahan yang tidak lazim, segera laporkan kepada perangkat desa dan aparat, sebab ini semua sudah terjadi di beberapa wilayah.

BACA JUGA  Polres Mesuji Ikuti Peringatan HUT Bayangkara bersama Kapolri

“Saya ingat kan pada masyarakat untuk menyaring berita -berita di sosial media jangan langsung mengeshare atau ikut menyebarkan berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Bila perlu tanyakan dulu kepada Camat, Kapolsek, Babinsa dan Babinkamtibmas atau Kepala Desa di sekitar tentang kebenaran berita tersebut,”himbaunya.

Kapolres juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bisa saling menjaga persatuan dan kerukunan antar umat beragama, suku, dan kelompok.

“Mari kita sama-sama menjaga ke satuan bangsa ini, mencegah serta menyebarkan berita bohong (Hoax) dan ujaran kebencian. Bagi masyarakat yang menemukan hal-hal tersebut jangan ragu untuk melaporkannya kepada aparat penegak hukum,”tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here