BERBAGI

Laporan : Ilham prayogi /Akt
JAKARTA – Sifat keras kepala dan sulit diatur sebenarnya merupakan cara si kecil untuk belajar soal kebebasan dan batasan-batasan perilaku yang bisa diterima dan yang tidak. Ketika si kecil melakukan sesuatu, misalnya ia tidak mau mandi atau tidak mau tidur, ia akan melihat seperti apa reaksi Anda untuk menentukan apakah tindakan ini boleh ia lakukan atau tidak.

BACA JUGA  Waspada! Akun WhatsApp Anda Bisa Dikloning-Dibajak, Ini Ciri-cirinya

Contoh lainnya adalah ketika ia ingin jajan sesuatu tapi tidak Anda bolehkan. Mereka bisa menangis merengek hingga tantrum agar keinginannya terpenuhi. Rengekan dan amukan anak adalah caranya berkomunikasi dengan Anda untuk bertanya, “kenapa, sih, aku nggak boleh jajan itu?”

Sifat keras kepala juga bisa menjadi caranya untuk menunjukkan pada Anda bahwa ia sudah merasa bisa melakukan sesuatunya sendiri. Anak-anak balita memang cenderung akan lebih aktif dan tidak sabaran, sehingga merasa tidak membutuhkan bantuan orang lain.

BACA JUGA  Makan Pasta Enak Dengan Harga Terjangkau

Meski merupakan bagian alami dari tumbuh kembang anak, sifat keras kepala tidak boleh terus dibiarkan hingga ia dewasa nanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here