Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Presiden KSPI yang juga Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal mengatakan, buruh KSPI sepakat dengan keberadaan investasi. Namun, mereka menolak jika nasib buruh menjadi korban akibat Omnibus Law. Sebab, dalam pandangan Said Iqbal, Omnibus Law cipta lapangan kerja menghilangkan upah minimum, menghilangkan pesangon, membebaskan buruh kontrak dan outsourcing (fleksibilitas pasar kerja), mempermudah masuknya TKA, menghilangkan jaminan sosial, dan menghilangkan sanksi pidana bagi pengusaha.

“Jika pemerintah serius ingin menghilangkan hambatan investasi dalam rangka penciptaan lapangan kerja, maka pemerintah jangan keliru menjadikan masalah upah, pesangon, dan hubungan kerja menjadi hambatan investasi,” kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Senin. Iqbal mengutip hasil World Economic Forum yang mengatakan dua hambatan utama investor enggan datang ke Indonesia adalah masalah korupsi dan inefisiensi birokrasi. Ia meminta masalah tidak melebar ke nasib pekerja. “Jadi jangan menyasar masalah ketenagakerjaan,” tegasnya.

BACA JUGA  Bamsoet Imbau Tim Sukses Capres, Kedepankan Isu Strategis-Substansial

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menerima 21 perwakilan buruh yang dipimpin Said Iqbal. Dalan pertemuan menyampaikan tuntutan buruh menolak Omni bus law.

6.013 Polisi Amankan Demonstrasi

Ribuan personel gabungan TNI dan Polri diturunkan guna pengamanan demonstrasi oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) perihal menolak Omnibus Law dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan di depan gedung DPR, Jakarta, Senin (20/1).

BACA JUGA  Jokowi-JK Jadi Saksi Pernikahan Anak Bamsoet

“Kami siapkan 6.013 personel gabungan untuk amankan demo,” tegas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Gedung DPR .

Kepolisian mengimbau massa patuh pada peraturan dan menjaga ketertiban. Sementara, polisi belum memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Senayan. “Untuk rekayasa lalu lintas sifatnya situasional,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar.(*)

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here