Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPD-PGK) Lampung Utara bersama unsur masyarakat lainnya menggelar demo di depan kantor Bulog Kabupaten Lampung Utara, Selasa, (27/10).

Dalam Orasinya, Ketua DPD-PGK, Eksadi, menuntut agar Perum Bulog Kabupaten Lampung Utara berhenti menjadi Manager penyedia komoditas program sembako. Karena fakta dilapangan E-Warung tidak dapat menjalankan prinsip program sembako dikarenakan terdapat kesepahaman dan kesepakatan rapat penyaluran bantuan pangan program sembako pada tanggal 14 Februari 2020 yang menunjuk/menetapkan Perum Bulog sebagai manager penyedia komoditas program sembako dan dipertegas dengan surat yang dikeluarkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampura.

“Kami minta kepada Bulog untuk berhenti menjadi Manager penyedia komoditas program sembako, sebab itu tidak ada di dalam pedoman program,” tegas Eksadi, Ketua DPD-PGK.

BACA JUGA  Sampaikan Laporan, Bupati Dihujani Interupsi

Pendemo meminta pihak Bulog keluar dari dalam gedung untuk menemui mereka, setelah didesak untuk menemui pendemo, akhirnya Kepala cabang Bulog Kabupaten Lampura, Denny Kurniawan, keluar untuk menemui pendemo. Setelah bernegosiasi, perwakilan demo di ajak untuk masuk ke dalam guna berdiskusi terkait tuntutannya.

Didalam ruangan sempat terjadi perdebatan, pihak Bulog bersikukuh bahwa apa yang mereka jalankan sudah sesuai dengan peraturan yang ada, dan dipertegas kembali oleh surat yang dikeluarkan oleh Gubernur Lampung.

“Bulog dianggap mampu menjaga kestabilan dan ketersediaan stok, dan di dalam pedoman tidak ada larangan yang mengatakan Bulog tidak diperbolehkan menjadi pemasok. Dan juga yang menunjuk atau meminta Bulog menjadi Manager suplayer adalah E-Warung itu sendiri,” ujar Denny Kurniawan di dampingi staffnya.

BACA JUGA  Relawan World Cleanup Day Semprot Disinfektan

Denny menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum pernah mendapatkan complain di lapangan terkait kualitas sembako dan lainnya.

“Sampai hari ini, kami belum pernah menerima complain secara tertulis dilapangan tentang kualitas beras, kentang, buah, seperti jeruk, dan apabila ada complain, kita bisa tindaklanjuti, seperti mengganti atau meretur barang, kalau dalam bahasa bisnis,” tambahnya.

Karena tidak ada kesimpulan dari aksi mereka di kantor Bulog, akhirnya massa meninggalkan kantor Bulog menuju kantor Pemkab Lampura. Sebelum meninggalkan kantor Bulog, Ketua DPD-PGK menyerahkan lembaran pernyataan sikap kepada Kepala cabang Bulog Kabupaten Lampura.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here