Buku Ke 15 Bamsoet Segera Terbit

304
BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Akal sehat bangsa ini tengah diuji. Apakah mampu berpikir secara jernih dan jujur, ataukah hanya diisi oleh syahwat kekuasaan, amarah dan kebencian pada kelompok yang berbeda dengannya. Misalnya, pernyataan tentang petani, nelayan, maupun rakyat di pedesaan tidak membutuhkan infrastruktur.

Mereka tidak makan semen dan pasir. Ungkapan ini tidak tepat dan melawan akal sehat. Justru karena adanya infrastrukturlah, petani, nelayan, dan rakyat di pedesaan jadi mudah mendistribusikan produknya.

BACA JUGA  Dana Pendidikan Belum Dikelola Baik

Pemerataan infrastruktur ini memungkinkan terjadinya distribusi kesejahteraan hingga daerah-daerah terpencil. Mereka yang tinggal di desa atau dipinggir kota, tidak perlu mengontrak atau kos di kota hanya untuk keperluan bekerja atau semacamnya, karena antara kota dan desa dapat ditempuh dengan waktu yang cepat tidak lagi berpuluh jam dan mempertaruhan nyawa di jalan yang krodit.

Hanya memang kita patut kritisi, insfrastruktur jalan tol yang dibangun selama ini belum memperhatikan kebutuhan mayoritas rakyat kita yang belum beruntung memiliki mobil dan masih mengandalkan moda transportasi kendaraan roda dua atau motor. Singkat kata, Jalan tol yang dibangun hanya untuk orang kaya.

BACA JUGA  Fahri: Lembaga Survey Memposisikan Diri Sebagai Broker

Akan lebih adil, jika di jalan tol yang akan dibangun nanti, atau jalan tol yang sudah ada dan lahannya masih memungkinkan, sebaiknya juga dibangun jalur khusus untuk motor. Seperti jalan tol Cawang atau Halim-Bekasi, Halim-Bogor atau tol Salatiga-Semarang, misalnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here