BERBAGI

Laporan : Ilham Prayogi

BOGOR – Saat ini angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dan melibatkan banyak sektor untuk menekan angka stunting. Pemahaman umum dalam mengentaskan stunting adalah memfokuskan pada upaya kesehatan yang merupakan faktor resiko. Sering kali upaya lainnya yang menjadi factor protective dianggap kurang berperan dan tidak dilakukan.

Padahal faktor resiko (termasuk diantaranya kondisi kesehatan anak, gizi pada saat hamil) sangat dipengaruhi oleh faktor pelindung (diantaranya adalah pola asuh orangtua/keluarga). Segala sesuatu yang terjadi pada masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) menjadi faktor penentu kualitas kehidupan anak kelak.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai salah satu lembaga pemerintah, sangat proaktif dalam meningkatkan kemampuan pengasuhan orangtua/keluarga. Melalui Program Bina Keluarga Balita (BKB) yang dikembangkan oleh BKKBN yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengasuhan orang tua dan keluarga anak khususnya anak usia dibawa enam tahun termasuk dari dalam kandungan. Program BKB telah dilaksanakan oleh lebih kurang 80.000 kelompok BKB di seluruh Indonesia.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman, sikap dan keterampilan pengelola Bina Balita dan Anak seluruh Indonesia, untuk menyampaikan informasi dan pelaksanaan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI) di tingkat Provinsi dan Kabupaten. BKKBN bekerjasama dengan Yayasan Plan International Indonesia menggelar kegiatan Workshop Penyuluhan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif. Diselenggarakan di Hotel Amaroossa Bogor, 1-7 April 2018. Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan aplikasi “Menjadi Orangtua Hebat”.

BACA JUGA  GNPK Kritisi Pembentukan Provinsi Baru

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN M.Yani, Chief Excecutive Yayasan Plan Internasional Indonesia Dini Widiastuti, perwakilan UNICEF Nugroho Indera Warman dan Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak Maria Evi Ratnawati.

Plt.Kepala BKKBN Sigit Priohutomo dalam sambutannya menjelaskan, “Melalui Program BKB Holistik Integratif ini orangtua bisa memperoleh pengetahuan dan ketrampilan pengasuhan yang menyeluruh dalam memenuhi kebutuhan dasar anak yaitu Asuh (kebutuhan fisik-biomedis), Asih (kebutuhan emosional dan kasih sayang) dan Asah (kebutuhan stimulasi mental),” jelas Sigit Priohutomo.

Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya program anak usia dini yang holistik (menyeluruh) dan integratif (saling terkait) juga dalam dalam rangka menekan angka stunting, maka BKKBN mengembangkan Program BKB HI (Bina Keluarga Balita Holistik Integratif). Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada orangtua tentang pentingnya keseimbangan antara asah, asih dan asuh, antara kebutuhan fisik, gizi, kesehatan, pendidikan dan perlindungan bagi anak, terutama pada masa 1000 HPK.

BACA JUGA  PWI Sesalkan Penggerudukan Radar Bogor

Plt.Kepala BKKBN Sigit Priohutomo menegaskan, “Keluarga merupakan wahana pilar dan pintu utama dalam mengasuh balita dan anak. Untuk itu, orangtua perlu diberi pemahaman bagaimana menjadi orangtua hebat yang mampu membina dan mengasuh anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter,”tegas Sigit Priohutomo.

BKKBN telah mengembangkan 13 pertemuan modul/materi yang terkait dengan pengasuhan dan juga telah mengembangkan aplikasi “Menjadi Orangtua Hebat” yang dapat diunduh di playstore bagi pengguna android. Aplikasi ini dapat digunakan oleh Penyuluh Keluarga Berencana sebagai materi penyuluhan. Dalam aplikasi ini bisa didapatkan materi buku, modul, publikasi dan video tentang Menjadi Orangtua Hebat. Aplikasi ini akan selalu dilakukan pembaharuan terkait isi materinya, bisa diakses secara online maupun offline.

Mengakhiri sambutannya Plt.Kepala BKKBN Sigit Priohutomo menyampaikan, “Harapan saya saudara dapat menyampaikan kepada seluruh pengelola BKB di daerah dan tentunya bisa disampaikan pada pemangku kepentingan lain di daerah,” tutup Sigit Priohutomo. [*]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here