BERBAGI

Laporan : Ilham Prayogi /Tr

BANDA ACEH – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Aceh, 22-24 Mei 2018, menggelar Workshop Penyiapan Generasi Emas Tingkat Provinsi Aceh di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. Acara tersebut diiikuti oleh 60 peserta dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Kegiatan yang dibuka Kepala Perwakilan BkkbN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd itu menghadirkan Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KS-PK) BkkbN Pusat, Dr dr M Yani MKes PKK, perwakilan Dinas Kesehatan Aceh, Bappeda Aceh, serta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh sebagai pemateri.

Sahidal di depan peserta yang terdiri atas SKPD KB, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), bidan desa, dan mitra kerja mengatakan, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak janin dalam kandungan. Menurutnya, dalam keseluruhan siklus hidup manusia, masa balita merupakan periode paling kritis karena proses tumbuh kembang berlangsung sangat cepat. Masa tersebut, kata dia, merupakan periode “emas”, yang apabila anak dibina dengan baik akan mendukung tahap perkembangan selanjutnya.

BACA JUGA  Cahaya Aceh Mempesona Di Negeri Majapahit

Disebutkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Aceh, prevalensi balita stunting pada 2017, Aceh berada di atas nasional yaitu 34,5%, sedangkan nasional 29,6 persen. Kabupaten yang memiliki angka prevalensi stunting di atas rata-rata provinsi, lanjutnya, yaitu Simeulue, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Gayo Lues, Singkil, Aceh Timur, Pidie, Aceh Selatan, dan Kota Subulussalam.

BACA JUGA  BKKBN Aceh Sasar Pasangan Daerah Terpencil

“Di Aceh ada empat kabupaten/kota yang memiliki prevalensi balita stunting di bawah angka nasional yaitu Kota Langsa, Nagan Raya, Lhokseumawe, dan Banda Aceh. Hari ini, kita berkumpul pada workshop ini menyatukan persepsi yang sama yang kita guna menyukseskan program prioritas nasional tersebut,” kata Sahidal.

Sementara Deputi KS-PK BkkbN Pusat, dr M Yani mengatakan, dalam rangka percepatan perbaiki gizi buruk melalui pengasuhan 1.000 hari pertama kehidupan dalam rangka penurunan stunting, BkkbN melakukan kegiatan melalui promosi dan KIE (Komunikasin Informasi dan Edukasi) yang dilakukan oleh Kader Bina Keluarga Balita (BKB) kepada orangtua dan anggota keluarga lainnya.[*]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here