Laporan : Heri/CJ
Presiden Indonesia ketiga, BJ Habibie, meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9), pukul 18.05 WIB.

Kepergian Habibie meninggalkan kesedihan mendalam bagi rakyat Indonesia. Banyak orang yang mengenang jasa beliau saat menjabat sebagaii pemimpin negara

Salah satu yang tak terlupakan, BJ Habibie berhasil memulihkan rupiah yang melambung tinggi di masa pemerintahannya yang cukup singkat (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), setelah Soeharto lengser.

Saat menjadi pemimpin negara, BJ Habibie mengeluarkan berbagai terobosan demi kepentingan rakyat Indonesia, Kamis (12/9).

BACA JUGA  Rupiah Dibuka Melemah, Masih Di Posisi Ketiga Terbawah

Ia merumuskan sejumlah aturan seperti Undang-Undang Otonomi Daerah, Undang-Undang Partai Politik dan Undang-Undang Antimonopoli.

Dalam bidang ekonomi, suami dari Hasri Ainun Bestari menerapkan sistem pasar terbuka untuk valuta asing, sesuai tren yang berkembang kala itu.

Dia yang konsisten dengan kebijakan tersebut sukses mengukuhkan nilai tukar rupiah pada Rp 8.000.

Bahkan di akhir masa pemerintahannya, kebijakan BJ Habibie tersebut mampu memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari kisaran Rp 10.000 – 15.000 menjadi Rp 6.500, seperti dilansir Suara.com.

Kesuksesannya tersebut terkuak dalam laporan pertanggungjawaban MPR di akhir jabatannya.

BACA JUGA  Rupiah Selasa Pagi Kembali Melemah Terhadap Dolar AS

Tak ayal jasa BJ Habibie dikenang hingga akhir hayat, ia menjadi sosok penting dalam pemerintahan Indonesia.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936 itu sempat dirawat intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019 karena penyakit yang diderita.[*]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here