BERBAGI
Dr. Budi Kustoro. Dok

SETELAH Berlian Mansyur melakukan perlawanan kini, giliran Seno Aji membuat internal Golkar gaduh. Kedua-
duanya, menurut DR Budi Kustoro, dosen Universitas Lampung, tidak menguntungkan bagi Ketua DPD Partai Golkar
Lampung, Arinal Junaidi.

Seperti diberitakan, politisi senior Berlian Mansyur kini dengan lantang menantang DPD Golkar Lampung agar tidak
berlama-lama melakukan pemecatan dirinya. Tantangan Berlian memang cukup beralasan. Meski belum dibuka lebar-
lebar penyebabnya, namun sekilas, perintah tidak wajar dari Arinal menjelang Pilgub merupakan perintah tak wajar
dan bertolak belakang dengan hati nuraninya.

Menurut Budi, ini perlawanan yang tidak semestinya terjadi. Dalam konteks pendidikan politik, bicara blak-blakan
tidak harus di media. Ini pertanda terjadi mis manajemen sedang terjadi dalam internal Partai Golkar.

BACA JUGA  Politik Uang, Kalah Sebelum Bertanding

“Kepemimpinan Arinal sedang di uji hari ini. Mampukah dirinya menyelesaikan konflik yang terjadi dengan baik. Karena menurut
saya, pemecatan juga bukan solusi terbaik. Persoalan Berlian buah simalakama bagi Arina dan teman-teman di
Golkar,”katanya pada lintaslampung.

Kasus lain yang tak kalah seru adalah adanya dugaan pelecehan yang dilakukan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar
(AMPG) Kota Bandar Lampung, Seno Adji. Seno diberbagai komunitas medsos inilampung dituding melakukan
penghinaan terhadap salah satu pakaian adat Lampung.

Terhadap kasus ini, Budi menduga telah terjadi mis interpretasi yang tidak wajar berharap cara mengungkapkan
kemenangan.

BACA JUGA  Alzier: Tunda Penetapan Pemenang

“Saya fikir ini harus diselesaikan dengan baik sesuai dengan jalur yang benar. Pernyataan ‘mirip jin pencabut nyawa’ terhadap foto salah satu calon anggota DPD tidak etis. Dan saya melihat Seno Adji menyadari hal itu. Apalagi konon postingan tersebut dihapus oleh yang bersangkutan,”ujar Budi.

Baik kasus Berlian ataupun Seno Adji, disimpulkan Budi Kustoro tidak menguntungkan bagi Arinal. Apalagi, meski
sudang ditetapkan sebagai pemenang, situasi politik yang ada belum sepenuhnya berpihak padanya.

Disarankan, baik Arinal maupun Tim Golkar harus lebih hati-hati dalam mensikapi seluruh persoalan yang muncul. “Waktu 1 tahun lebih itu bukan singkat. Segalanya bisa saja teradi,”pungkasnya. [vona/lintas]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here