BERBAGI
ilustrasi

Laporan : Ilham/Heri/CJ
Sisa makanan yang menempel dan mengandung bakteri atau disebut juga karang gigi, kerap disepelekan banyak orang.

Padahal jika dibiarkan, akan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Selain gigi berlubang, karang gigi juga bisa menyebabkan peradangan pada gusi atau disebut juga gingivitis.

Alhasil, gusi akhirnya mudah berdarah dan rentan terkena infeksi.

Tapi tenang, jika karang gigi sudah terlanjur terbentuk, ada cara membersihkannya. Tanpa harus ke dokter, cara membersihkan karang gigi ini bisa dilakukan di rumah.

Ketua Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr. drg. R.M. Sri Hananto Seno, Sp.BM(K) mengatakan, salah satu caranya dengan metode menyikat gigi yang tepat, yaitu dari arah gusi ke gigi.

BACA JUGA  Sambut HUT RI, Cuaca Jakarta Sepanjang Sabtu Cerah Berawan

“Kalau sudah terbentuk (karang gigi), sikat giginya jangan keras-keras, tapi agak lama. Misalnya dari tempat gusi ke arah gigi, dari merah (gusi) ke putih (gigi), sehingga akan pas semuanya,” ujar dia, seperti dilansir Suara.com, Jumat (13/9).

Menurut drg. Hananto Seno malam hari jadi waktu biasanya karang gigi terbentuk.

Saat malam hari, ada endapan leukosit pada air liur yang cukup lama, saat itulah karang gigi terbentuk.

Maka sebelum leukosit membentuk karang, sikat gigi lebih lama di pagi hari bisa jadi solusi.

“Sikat gigi di pagi hari itu agak lama dari malam hari,” imbuhnya.

BACA JUGA  NU’EST W Resmi Berakhir, NU’EST Akan Jalani Promosi Tahun Depan

Selain metode dan durasi menyikat gigi, apa yang dimakan juga akan berpengaruh.

Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya serat dan banyak mengandung air, karena akan mengurangi tingkat keasaman dan jumlah air liur di mulut.

“Mengandung serat yang banyak, jadi serat yang kita gunakan untuk makan itu ada yang namanya zat cleansing, itu menghapus proses terbentulnya karang,” jelas drg. Hananto Seno .

“Apel misalnya, bengkuang, misalnya yang beserat lalu berair. Misalnya semangka, airnya banyak bisa mengurangi kadar mengendapnya kalsium di dalam air liur. Jadi secara mekanik makanan itu bisa menghapus sendiri (karang gigi),” tutupnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here