BERBAGI
ilustrasi

Laporan : Heri/CJ
Pikun sering disebut sebagai salah satu efek penuaan yang sering tak terelakan.

Dokter spesialis syaraf Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Poppy Kristina Sasmita, mengungkap, jika pikun bisa menjadi pertanda dari demensia.

Demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental.

Sindrom ini umumnya menyerang orang-orang lansia di atas 65 tahun.

BACA JUGA  Merokok Vape, Paru-Paru Remaja Ini Penuh Lubang!

Penderita demensia umumnya akan mengalami depresi, perubahan suasana hati dan perilaku, kesulitan bersosialisasi, hingga berhalusinasi. Penderita tidak mampu hidup mandiri dan memerlukan dukungan orang lain.

Selain menurunnya daya ingat, penderita demensia biasanya akan mengalami gangguan kognitif ringan lainnya. Di antaranya konsentrasi, gangguan perilaku, bahasa, orientasi waktu, hingga kalkulasi.

Hal ini membuat seseorang yang menderita sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Jika dibiarkan, kondisinya bisa semakin parah.

BACA JUGA  Manfaat Luar Biasa Susu Kurma

Lalu, bagaimana menanganinya selain menjalani pengobatan ke rumah sakit?

“Jangan bosan ajak mereka ngobrol. Memang, sebagai anak atau keluarga kesal kalau punya orang tua yang mengalamu demensia. Kadang ngeselin ngomongnya diulang-ulang. Ada juga yang jadi galak, marah-marah. Tapi dengan mengajak ngobrol, otaknya jadi bekerja, berpikir,” ujar dokter Poppy, dalam Talkshow ‘Lansia Sehat dan Mandiri’ di Jakarta, seperti dilansir Suara.com, Ahad (25/8).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here