BERBAGI
Ilustrasi. Net

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengingatkan masyarakat agar mewaspadai politik uang yang dilakukan pada saat masa tenang Pilkada serentak 2018 dari tanggal 24-26 Juni.

“Politik uang ini biasanya masih memberikan sesuatu yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Karenanya, jika ada pasangan calon yang ketahuan melakukan praktik politik uang akan dikenakan sanksi administrarif,”kata
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (23/6)

BACA JUGA  Usai Sidang MK, Gedung Bawaslu Masih Dijaga Ketat

Menurutnya Bawaslu punya kewenangan penanganan administrasi pelanggaran politik uang yang dampaknya bisa sampai pendiskualifikasian paslon.

Oleh karena itu, Ditegaskan Afif ,Bawaslu akan meningkatkan penanganan pada masa tenang Pilkada 2018.

“Kita punya mandat untuk melakukan pencegahan. Semua daerah sebagian besar bekerja di daerah-daerah apel siaga patroli pencegahan yang dilakukan di semua daerah yang Pilkada besok akan kita lakukan serentak di 171 daerah,” ujar Afif.

BACA JUGA  Bawaslu Mura Adakan Talk Show Sosialisasi Netralitas ASN Pilkada 2020

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman menegaskan kepada semua pasangan calon peserta Pilkada 2018 untuk mematuhi aturan masa tenang sebelum pemilihan pada 24-26 Juni 2018.

“Patuhi regulasi yang ada, apa yang boleh dan tidak boleh di masa tenang. Lakukan pembersihan alat peraga kampanye serta dukung juga KPU daerah pada masa tenang yang sedang konsentrasi untuk distribusi logistik,” tegas Arief. [heri/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here