BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berbelasungkawa aksi keji yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau kelompok separatis di Papua yang dilaporkan telah membunuh sekitar 31 pekerja PT. Istaka Karya yang tengah membangun jembatan Habema-Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, serta saat ini masih terdapat 15 orang yang disandera oleh kelompok separatis tersebut.

” Menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga korban yang ditinggalkan dan menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas peristiwa meninggalnya 31 pekerja PT. Istaka Karya, dan kepada keluarga 15 orang pekerja yang masih disandera,” katanya dalam kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/12).

Bamsoet panggilan akrab media itu meminta kepada keluarga pekerja yang masih disandera untuk bersabar, berdoa, dan mempercayakan proses pembebasan kepada aparat keamanan.

BACA JUGA  Ini Tugas Pimpinan MPR RI

“Kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus pembunuhan dan penyanderaan tersebut, serta segera melakukan upaya pembebasan terhadap 15 orang yang disandera oleh kelompok separatis tersebut, mengingat daerah tersebut berada di wilayah pedalaman yang belum memiliki sinyal ponsel,” tegasnya.

Menurutnya Badan Intelijen Negara (BIN) untuk segera mendapatkan informasi mengenai KKB dan kasus pembunuhan serta penyanderaan yang terjadi, guna memberikan masukan kepada TNI dan Polri dalam hal melakukan pengejaran maupun penumpasan KKB yang telah melakukan pembunuhan terhadap 31 orang pekerja tersebut.

BACA JUGA  DPR-Pemerintah Sepakat Penguatan Korps Adhyaksa

“Polri untuk segera mengirimkan pasukan keamanan ke daerah terkait agar dapat memberikan rasa aman terhadap pekerja PT. Istaka Karya dalam membangun jembatan Habema-Mugi, Kabupaten Nduga, Papua,” ungkap Bamsoet.

Bamsoet juga memintaTNI bersama dengan Polri untuk mempersempit ruang gerak KKB dalam melakukan tindak kriminalitas, guna menciptakan stabilitas keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, termasuk pengamanan dalam Pemilu 2019, serta meningkatkan pertahanan dan keamanan di seluruh wilayah Indonesia.

“Terutama di daerah-daerah pedalaman yang rentan terjadinya tindak kriminalitas, agar seluruh masyarakat Indonesia dapat hidup dengan aman tanpa adanya ancaman atau gangguan dari KKB dan pelaku tindak kriminalitas lainnya,” pungkasnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here