BERBAGI

JAKARTA – Banyaknya kericuhan yang terjadi dalam Pilkada Serentak 2018 oleh beberapa pendukung pasangan calon (paslon) dianggap sebagai bagian ketidakdewasaan dari bentuk masyarakat kita saat ini.

Anggota Komisi II DPR RI Achmad Baidowi menyatakan, bahwa apa yang dilakukan para pendukung paslon akan menjadi cerminan dari paslon itu sendiri.meminta kepada semua paslon agar dapat meredam para pendukungnya. Sebagai warga negara yang baik seharusnya memahami bahwa kalah menang adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Kemudian juga meminta kepada para paslon agar menindaklanjuti kepada instansi yang berwenang apabila merasakan keganjilan.

BACA JUGA  PPP ke Yutuber, Alzier; Politik Serba Mungkin!

“ Panwaslu, ada Kepolisian, ada Kejaksaan, ada juga KPU. Tidak perlu bersikap anarkis. Soal emosi semua orang pasti emosi kalau ada persoalan. Tapi kita kan sudah menyiapkan saluran-saluran penyelesaiannya gitu,” katanya di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7)

Ia  menambahkan, sebagaimana peraturan yang ada, bagi pasangan calon tersebut bisa menggugat ke MK jika terjadi perbedaan suara yang hanya sedikit.

BACA JUGA  Hakim Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada

“Maka sebagian teman-teman (pasangan calon) kalau kekalahannya sudah mencapai 5 persen ya sudah legowo gitu. Kalau kekalahannya hanya dua persen biasanya berlanjut ke Mahkamah Konstitusi. Ada beberapa tempat yang perolehan suaranya sangat tipis, contoh di Kabupaten Sampang itu hanya 0,9 persen. Jadi hanya selisih 5000. Bayangkan coba. Ini pasti ke Mahkamah Konstitusi. Tinggal kuat-kuatan alat bukti dan saksi,” pungkasnya.[heri/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here