Bahaya Gigit Jarum Pentul Jilbab

Selasa, 12 Juli 2022 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Saat batuk, ujung jarum yang tajam melukai saluran napas. Pasien biasanya batuk disertai bercak darah. Hal ini dikeluhkan pasien pada dokter di rumah sakit pertama. Lalu dokter sana merujuk ke RSUP Persahabatan,” jelas Fahmi.

Pada Selasa (5/7) siang, tindakan disiapkan. Ada dua opsi yakni jarum pentul dikeluarkan dengan bronkoskopi (prosedur kesehatan yang dilakukan dengan memasukkan alat bernama bronkoskop melalui tenggorokan, laring, trakea dan bronkus) dan pembedahan.

Baca Juga:  Gelar Halal Bihalal, Pemkab Mesuji Beri Penghargaan Kepada Jajaran Polres Mesuji

Pembedahan merupakan opsi terakhir jika bronkoskopi gagal mengeluarkan jarum.

Sebelumnya, dokter melacak keberadaan jarum dengan rontgen thorax. Setelah itu baru evaluasi dengan bronkoskopi atau teropong saluran napas. Dengan alat ini, Fahmi dan tim memeriksa kondisi saluran napas dan menarik jarum dari bronkus.

“Tindakan kurang lebih 20 menit, jarum diangkat tanpa ada komplikasi,” imbuhnya.

Untuk kasus kali ini, tindak lanjut tersedak cukup cepat sebab pasien sadar bahwa jarum harus dikeluarkan dengan bantuan medis. Karena tidak ditemukan komplikasi, pasien cukup diobservasi selama 2-3 jam pasca tindakan, lalu bisa pulang.

Baca Juga:  Gubernur Senam “Lampung Berjaya” di Lampung Utara

Sebelumnya, lanjut Fahmi, tim dokter pernah menangani kasus tersedak yang sudah terjadi selama dua bulan. Pasien merupakan remaja perempuan yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Selama dua bulan, ia takut mengaku kalau tersedak, hingga akhirnya mengalami batuk darah.

Pengurus pondok pesantren mengira anak terkena tuberkulosis. Namun setelah rontgen thorax, baru anak mengaku kalau tersedak jarum pentul.

Baca Juga:  Legislator Apresiasi Kenaikan Penerimaan Negara di Jawa Timur

Fahmi mengingatkan kasus tersedak tidak bisa disepelekan apalagi tersedak benda dari logam.

“Apalagi pada pasien anak kecil. Kita enggak bisa berbuat banyak untuk manuver (atau melakukan sesuatu agar bendanya keluar). Harus segera dibawa ke rumah sakit,” katanya. ##

sumber: cnnindonesia.com


Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Ketum JMSI Daftar Cagub Sumut
Maskot Kera Pilwakot, tak Faham Adat!?
Seru, Polemik ‘Maskot Kera’ KPU Kota Terus Berlanjut
Komisi X Desak Tinjau Ulang, Permendikbud Alasan Naikkan UKT
Pelayanan BPJS Sistem KRIS Akan Berdampak Positif
Polres Lampung Timur Amankan Kakak Beradik Yang Lakukan Aksi Curanmor
Ratusan Massa Meminta Keadilan Sengketa Lahan di Sidosari
Mahasiswa FH Unila Jurusan HTN, Antusias Simak Pemaparan Sulpakar Soal Kemajuan Mesuji

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:05 WIB

Ketum JMSI Daftar Cagub Sumut

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:07 WIB

Maskot Kera Pilwakot, tak Faham Adat!?

Rabu, 22 Mei 2024 - 08:52 WIB

Seru, Polemik ‘Maskot Kera’ KPU Kota Terus Berlanjut

Selasa, 21 Mei 2024 - 21:34 WIB

Komisi X Desak Tinjau Ulang, Permendikbud Alasan Naikkan UKT

Selasa, 21 Mei 2024 - 21:31 WIB

Pelayanan BPJS Sistem KRIS Akan Berdampak Positif

Selasa, 21 Mei 2024 - 16:39 WIB

Ratusan Massa Meminta Keadilan Sengketa Lahan di Sidosari

Selasa, 21 Mei 2024 - 15:12 WIB

Mahasiswa FH Unila Jurusan HTN, Antusias Simak Pemaparan Sulpakar Soal Kemajuan Mesuji

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:31 WIB

Usulan Pj Gubernur jadi Tunggal! Golkar dan Demokrat Meradang

Berita Terbaru

Berita Utama

Ketum JMSI Daftar Cagub Sumut

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:05 WIB

Berita Utama

Maskot Kera Pilwakot, tak Faham Adat!?

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:07 WIB

Ketua ASPIRA, Ashary serta Maskot Kera yang jadi polemik dan Ketua KPU

Bandar Lampung

Seru, Polemik ‘Maskot Kera’ KPU Kota Terus Berlanjut

Rabu, 22 Mei 2024 - 08:52 WIB

#CovidSelesai

Komisi X Desak Tinjau Ulang, Permendikbud Alasan Naikkan UKT

Selasa, 21 Mei 2024 - 21:34 WIB

#CovidSelesai

Pelayanan BPJS Sistem KRIS Akan Berdampak Positif

Selasa, 21 Mei 2024 - 21:31 WIB