Laporan : Heri/CJ
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana mengakui terjadinya kestabilan harga pangan saat bulan suci Ramadan dan hari raya lebaran ini. Hal tersebut, diketahuinya dari hasil kunjungan yang dilakukan anggota dewan di beberapa pasar.

Meski stabil, Azam melanjutkan, daya beli masyarakat lebih rendah dibandingkan saat bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2018.

Diakuinya, situasi ini secara tak langsung berpengaruh dengan stabilitas politik Indonesia. Stabilitas harga pangan ini terutama bisa meredam gejolak politik pascapengumuman pemenang Pemilu oleh KPU pada 21 Mei 2019 lalu.

BACA JUGA  Bamsoet Hadiri Deklarasi Pertiwi

“Sebab, stabilitas pangan goyang. maka akan menaikkan eskalasi politik. Tapi buktinya tidak, masyarakat tenang,” katanya.

Di kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan harga-harga kebutuhan pangan terkendali dan stabil pada periode Ramadhan dan Lebaran 2019.

BACA JUGA  Pemilu Semakin Dekat, Fahri: Penyelenggara-Aparat Harus Netral

Enggar mengatakan, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan menjadi salah satu alasan kestabilan harga-harga pada periode ini, meski terdapat peningkatan permintaan, seperti dilansir telusur.

“Ketersediaan dan pengendalian harga akan terus berlangsung sampai sepanjang tahun. Kita betul-betul membuat keseimbangan suppy and demand,” kata Menteri Enggar yang mengakui, adanya kenaikan beberapa harga bahan kebutuhan pokok, meski dalam tataran normal.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here