BERBAGI

Laporan : Ilham Prayogi /AKt
JAKARTA – Penularan virus rabies juga bisa ditularkan melalui air liur hewan yang positif mengidap rabies jika liur tersebut terkena di bagian tubuh dengan luka atau terbuka, seperti mata, hidung dan mulut.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik pada Kementerian Kesehatan, Elizabeth Jane Soepardi saat dihubungi di Jakarta, Jumat, mengatakan hewan penular rabies (HPR) bisa menularkan virus lewat gigitan atau air liur yang mengenai bagian tubuh yang luka dan atau terbuka.

“Paling banyak 98 persen penularan rabies oleh Anjing, melalui gigitan,” kata dia.

Hewan penular rabies selain anjing adalah kucing, kera, dan kelelawar.

Gigitan dari hewan-hewan pembawa penyakit tersebut membuat kulit manusia terluka dan virus dapat masuk ke dalam jaringan tubuh. Begitu juga yang virus yang ditularkan tanpa gigitan, melainkan melalui air liur yang mengenai bagian tubuh yang terbuka atau terdapat luka terbuka.

BACA JUGA  Penyakit Kusta Naik 15 Ribu Tiap Tahun

Rabies merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya karena memiliki tingkat kematian (case fatality rate/CFR) 100 persen. Artinya setiap kasus positif rabies pada manusia akan dapat menyebabkan kematian.

Virus rabies pada hewan menjalar melalui saraf sampai ke otak kemudian keluar melalui kelenjar air liur. Hewan yang positif terkena rabies berpotensi mati dalam satu sampai dua minggu, atau maksimal tiga minggu.

Hewan yang terinfeksi rabies biasanya lebih agresif menyerang manusia, atau bahkan menggigit benda apapun.

Tanda-tanda anjing yang terkena rabies adalah menjulurkan lidah terus menerus disertai air liur yang banyak, mata memerah, takut terhadap cahaya dan air, ekor terlipat ke dalam di antara dua kaki, dan menyukai tempat gelap seperti bersembunyi di bawah kursi atau meja.

BACA JUGA  Digigit Anjing, 4 Warga Terkena Rabies

Jika manusia yang terinfeksi rabies juga menimbulkan gejala yang hampir mirip seperti takut air, takut angin, takut suara, dan gelisah. Efek tersebut muncul setelah gejala pertama yaitu demam, tidak memiliki nafsu makan, lemah, insomnia, dan sakit kepala hebat.

Apabila mengalami gigitan hewan seperti anjing, kucing, atau hewan penular rabies lainnya, dianjurkan untuk segera mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir selama 15 menit. Setelah itu segera memeriksakan kondisi ke petugas kesehatan untuk mendapatkan serum antirabies.

Jane mengatakan masa inkubasi atau timbulnya gejala sejak terjadi gigitan rabies berbeda-beda mulai dari hitungan jam hingga menahun. Lamanya masa inkubasi dikarenakan lamanya virus menjalar melalui saraf di letak tubuh yang tergigit hingga ke otak.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here