Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Kasus ustadz abu bakar ba’asir ini jangan dijadikan gorengan politik. Ini kan persoalan hukum, kalau persoalan hukum, itu ada dua sisi yang sama-sama penting untuk dipertimbangkan. Yang pertama adalah sisi kemanusiaan, karena sisi kemanuasiaan ini bagian daripada sisi yang lebih besar yang disebut dengan sisi keadilan. Karena memang esensi dari hukum itu ya keadilan juga.

“Dalam konteks ini saya kira pemerintah, terutama Presiden Jokowi itu sudah melakukan kebijakan yang benar yaitu untuk mempertimbangkan pembebasan terhadap abu bakar baasir dari kelanjutan menjalankan pidana penjara. Jadi Dari sisi itu sudah betul, dan sidah pas karena memang menggunakan sisi kemanusiaan,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani di Gedung DPR Jakarta, Kamis (24/1).

BACA JUGA  Fraksi Di DPR Sepakat Firli Jadi Ketua KPK

Ia juga menjelaskan dilain pihak ada juga sisi kepastian hukum, ada sisi aturan. Ini juga tidak bisa dilangkahi begitu saja artinya namanya saja pembebasan bersyarat, tentu harus ada syarat yang dipenuhi, syarat-syarat itu diatur dalam UU pemasyarakatan dan kemudian diturunkan permenkumham No. 3 Tahun 2018. Nah ini juga harus diperhatikan bisa hanya sisi kemanusiaannya saja tetapi kemudian ditabrak sisi kepastian hukumnya .

BACA JUGA  Pemerintah Jokowi Blunder Pembebasan Ba'asyir

“Nah sebetulnya ini juga bukan sesuatu yang harus diperhadap-hadapan, karena syaratnya juga bukan syarat yang susah. Ini syarat yang sepenuhnya kembali kepada ustadz abu bakar baasir. Kalau begitu syarat dipenuhi itu tentu kemudian sisi kemanusiaannya akan langsung bisa langsung dilaksanakan, yaitu pembebasan itu,” ujar Arsul.

Menurutnya kita semua punya tanggung jawab untuk tidak menggunakan ini sebagai gorengan politik. Seolah presiden jokowi itu tidak konsisten, mencla-mencle, dan segala macem, seolah-olah seperti itu.

“Ini harus kita sampaikan kepada masyarakat supaya bisa disikapi dengan proporsional,” pungkas Arsul Sani.[*]

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here