BERBAGI

KESAKSIAN 25 (dua puluh lima) Kades se Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) masih ‘menghantui’ penetapan Arinal-Nunik menjadi pemenang dalam Pilgub 2018 oleh KPU Lampung kali ini.

Kesaksian 25 kades ini tidak memberikan kenyamanan atas kemenangan yang diraih. Belum lagi kasus Berlian Mansyur yang terus menerus menebar ancaman.

Pernyataan Kepala Desa (Kades) Babulang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Iskandar, yang menjadi saksi dalam sidang pemeriksaan pelanggaran administrasi Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) Pilgub Lampung di Kantor Gakkumdu benar-benar menakutkan, di tulis Rabu (11/7) siang.

Iskandar menjelaskan, sebanyak 25 kepala desa diberikan uang Rp 1 juta oleh oknum tim sukses Arinal-Nunik bernama Paulus. Ung tersebut digunakan untuk mencari masa sebanyak 15 orang. “Kami diperintahkan mencari masa 15 orang per dusun untuk memilih Arinal-Nunik. Jika Arinal-Nunik mendapat 60 persen suara, maka kami akan diberikan ambulance,” kata Iskandar kemarin.

BACA JUGA  Herman Blusukan Ke Pesawaran

Iskandar melanjutkan, pada 17 Juni 2018 seluruh kepala desa se Kecamatan Kalianda dan Penengahan dikumpulkan oleh Tim Sukses Arinal Nunik di Bandar Negeri Resort. Di sana pertemuan dihadiri oleh sejumlah petinggi partai, Kholil dari PKB, Syaiful Azzumar dari Golkar, ada Rusman Efendi dari Golkar, dan Paulus mewakili Arinal-Nunik.

“Kami diajak untuk mengerahkan massa di desa kami masing-masing. Kemudian kami diberikan data sejumlah relawan Arinal-Nunik yang sudah di siapkan di desa kami masing-masing. Data-data tersebut sudah saya serahkan ke pengacara,” kata Iskandar dihadapan Majelis Pemeriksa.

BACA JUGA  Kapolda: Seluruh Cagub Jaga Keamanan

Persidangan memanas, hal ini dipicu keberatan yang disampaikan kuasa hukum Arinal Nunik, Andi Syafrani. Andi meminta agar Iskandar tidak dihadirkan sebagai saksi. “Kami menolak keras kehadiran saksi ini, substansi kesaksiannya tidak menyangkut TSM.

Permintaan Andi Syafrani tersebut langsung ditanggapi oleh Kuasa Hukum Paslon nomor urut 1 Ridho-Bachtiar, Bambang Handoko. Bambang meminta agar Iskandar tetap dijadikan saksi, agar dugaan money politics di pilgub Lampung dapat terungkap terang benderang. Namun, permintaan itu ditolak Ketua Majlis Pemeriksa Fatikhatul Khoiriyah.[*/vona/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here