BERBAGI

Laporan : Ziko/CJ
BANDAR LAMPUNG – Di tengah-tengah pembangunan sejumlah hunian tapak secara masif di Provinsi Lampung, pembangunan hunian vertikal atau apartemen mulai diinisiasi oleh para pengembang dalam beberapa tahun belakangan.

Saat ini mungkin hanya terdapat satu hunian vertikal yang bangunannya telah berdiri tegak pada kawasan segitiga emas di Kota Bandar Lampung. Namun, sejumlah pembangunan hunian vertikal yang tersebar di kota Bandar Lampung juga diketahui sedang berlangsung, hanya saja belum menunjukkan wujud bangunannya.

Kemunculan apartemen sebagai tempat bermukim di Bandar Lampung dinilai tepat mengingat harga pertumbuhan nilai rumah dijual di Lampung yang meninggi. Dilansir dari survei Bank Indonesia, pertumbuhan harga property residensial Bandar Lampung sempat tersorot pada tahun lalu yang menjadi pemuncak di seluruh provinsi Indonesia pada kuartal III dan IV 2017, yakni 3,17 dan 4,76 persen (qtq).

Di tahun ini tepatnya pada triwulan II 2018, pertumbuhan harga hunian residensial di Bandar Lampung naik sebesar 5,15 persen. Bahkan pertumbuhan per tahun diprediksi akan menyentuh sebesar 9,60 persen.

Beragam pertumbuhan harga properti residensial yang terjadi di Bandar Lampung pada dasarnya tidak terlepas dari permintaan tinggi para pencari properti yang melabelkan Provinsi Lampung sebagai salah satu hotspot penyedia properti. Selain itu, Lampung dikenal merupakan gerbang pendistribusian perdagangan dari DKI Jakarta ke Pulau Sumatera.

Tentu dari pertumbuhan harga rumah tapak yang menggila di Bandar Lampung, jenis hunian vertikal akan menjadi solusi yang semakin dilirik para pencari properti baik end user maupun para investor.

Selain menjadi opsi hunian, munculnya apartemen di Bandar Lampung tentu juga menjadi peluang bisnis investasi properti, tidak hanya hunian tapak. Sama seperti berinvestasi rumah tapak, apartemen dinilai memiliki perkembangan harga jual yang menjanjikan dan tentu memberikan profit besar bagi investor. Kisaran 5 hingga 10 persen per tahun merupakan perkiraan pertumbuhan harga jual apartemen yang didapatkan jika berinvestasi pada sektor ini.

Berbeda dari sektor sebelumnya, para investor juga dapat merasakan potensi sewa yang sangat menjanjikan. Berbeda dengan menyewakan rumah, harga sewa apartemen tentu akan akan lebih tinggi mengingat beragam fasilitas penunjang kehidupan para pemukim lebih banyak ditemukan.

Dari faktor beragam fasilitas yang ditawarkan, jual apartemen tentu akan sangat diburu oleh para pencari properti dengan gaya hidup urban. Apalagi ditambah kestrategisan lokasi hunian yang tidak jauh letaknya dari perkotaan dan kawasan komersial, kaum urban akan merasa dimudahkan untuk beraktivitas sehari-hari.

Portal properti global, Lamudi.co.id, menilai kota Lampung dapat seperti kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Bekasi, Surabaya, dan Medan) yang sukses mengakomodasi kebutuhan para pemukim golongan masyarakat bergaya hidup urban. Saat ini saja, rata-rata para pembeli sebuah hunian vertikal di Bandar Lampung diketahui lebih banyak yang merupakan golongan investor dibanding end-user.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here