Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Aksi pembakaran foto Habib Riziq adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi, hal itu seharusnya tidak boleh dilakukan dalam sebuah aksi unjuk rasa.

“Tindakan tersebut termasuk perbuatan menyatakan permusuhan dan kebencian. Seharusnya aparat memproses mereka dengan pasal 156 KUHP,” tegas Anggota Komisi III DPR FPKS Aboebakar Alhabsyi di Jakarta, Rabu (29/7).

“Seharusnya aparat bertindak sigap dengan kondisi saat ini, jangan sampai polisi terhilat cekatan ketika menerima laporan dari satu pihak,” tambahnya.

BACA JUGA  Pemindahan Ibukota Illegal Jika Tidak Dibahas Dengan DPR

Aboebakar Alhabsyi melihat kalau ada laporan dari pihak lain terlihat kurang sigap atau bahkan slow respons. Harus diingat bahwa setiap tindakan yang diambil oleh aparat akan selalu menjadi sorotan public.

“Tentu kita semua tidak ingin masyarakat melihat Polri seolah berat sebelah. Jika dulu pada kasus Ahmad Dani, laporan soal tindakan ujaran kebencian bisa diproses dengan cepat, tentunya pada kejadian saat ini hal serupa bisa dilakukan,” katanya.

BACA JUGA  Petani Tembakau Tolak Kenaikan Cukai

Al Habsyi mengatakan jika aparat tidak bertindak sebagaimana mestinya, nanti ada yang mengambil langkah sendiri, mereka bisa melakukan tindakan eigen rechting atau perbuatan main hakim sendiri.

“Tentunya ini tidak boleh terjadi lebih baik polisi segera melakukan tindakan, apalagi banyak rekaman yang sudah beredar, sehingga cukup mudah mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dan siapa saja yang harus bertanggung jawab,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here