BERBAGI

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Terkuak, selama ini beberapa pemilik E-Warong yang ada di Kabupaten Lampung Utara tak memegang buku rekening dan kartu atm, sehingga menjadi tanda tanya besar ditengah-tengah masyarakat akan keterbukaan terhadap pelaksanaan progam pemerintah.

Khususnya masalah bantuan sosial kepada warga kurang mampu, khusus program sembako (prosam). Seperti yang ada di Kecamatan Kotabumi Selatan dan sekitarnya itu, pasalnya sejak ada prosam tepatnya di Tahun 2020 sudah tidak dipegang pemilik warung elektronik (E-Warong).

BACA JUGA  Terapkan New Normal, Budi Minta Tingkatkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

“Buku rekening dan atm kita tak megang, kebetulan dari Mandiri. Itu dipegang oleh tenaga kesejahteraan sosial kemasyarakatan (TKSK) disini, selain mesin edisi yang harus meminjam kepada kube melaksanakan E-Warong ini, “kata salah seorang pelaksana E-Warong yang ada di Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Senin, (01/02).

Dengan demikian, menurutnya hal itu menjadi batu sandungan dalam melayani warga penerima prosam atau keluarga penerima manfaat (KPM) disana. Dan hal itu terjadi sejak program pemerintah pusat bagi usaha pengentasan kemiskinan tersebut berjalan, sehingga harus menunggu di pelaksana lain yang memiliki mesin gesek (EDC) atau penyaluran tedekat.

BACA JUGA  Sebelum Demo, Kapolres Pimpin Tactical Wall Game

“Pastinya itu memperlambat proses penyaluran, karena harus menunggu ditempat lain selesai. Kadang harus menunggu satu pekan, baru dapat dibagikan kepada masyarakat. Oleh sebab itu terkadang ada yang komplain, tapi kita sudah berusaha semaksimal mungkin namun belum ada realisasinya, “terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here