BERBAGI

MAHAR 5 M SANDI TAK TERBUKTI

Laporan: Heri. S
JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menetapkan bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno tidak terbukti membayar mahar Rp500 miliar.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Bawaslu tidak serius mengusut kasus tersebut, dan menyebutnya penyelenggara pemilu tersebut pemalas.

“Bawaslu pemalas dan gak serius,” kata Andi saat dihubungi wartawan, Jumat (31/8).

Andi menuding komisioner Bawaslu hanya duduk di belakang meja saja dan tidak melakukan pengawasan. Ia pun menyebut komisioner seperti mandor di zaman Belanda.

“Jika jadi komisioner cuma duduk di belakang meja itu sih bukan pengawas namanya, tapi mirip mandor zaman Belanda,” tegasnya.

Andi menjelaskan apabila serius menangani kasus mahar Sandi, Bawaslu seharusnya menyusulnya ke Lampung, untuk mendapatkan keterangannya.

“Untuk apa Bawaslu dibiayai mahal oleh negara kalau soal jarak saja gak bisa mereka pecahkan. Jakarta-Lampung kan hanya urusan satu jam via pesawat. Kalau serius kan bisa kejar keterangan saya ke Lampung beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Andi mengaku tetap menghormati keputusan Bawaslu yang telah menutup kasus mahar tersebut meskipun tidak mengusut tuntas kasus ini.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here