BERBAGI

Laporan: Vona/Heri
LAMPUNG UTARA-Menanggapi kasus pelecehan seksual yang terjadi di UIN, Ketua Lembaga Anti Korupsi Lampung (Lakda), Amrullah Obara menyarankan, lebih elok jika Andi meminta maaf. Hingganya persoalan ini bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

“Toh bagi UIN tidak mempersoalkan pelecehan seksual. UIN sepanjang sepengetahuan saya, UIN menyokong dan mendorong persoalan tersebut untuk di proses sebagaimana prosedur hukum yang berlaku,”ujar Amrullah liwat rilisnya (22/1).

BACA JUGA  "Ngomong Kok Asal Njeplak Alias Ngawur....."

Amrullah menambahkan, dari pada membuang-buang waktu, islah merupakan solusi terbaik yang bisa diambil.

“Konon yang saya terima informasinya ada kelompok media yang dikumpulkan hari ini atau kemarin. Dan bahkan LSM juga ikut dikumpulkan. Ladalahnya, salah satu nara sumber yang di gunakan, mengatasnamakan ketua organisasi sayap sebuah organisasi politik. Eh ternyata bukan ketua. Yang bersangkutan konon sedang dimarahi internal partainya. Ini kan namanya dibohongin. Dikomentari lagi oleh Andi,”kata Amrullah.

BACA JUGA  1572 Peserta Ikuti Ujian Masuk Mandiri UIN

“Masa orang berkelas mau dibohongin terus. Terpeleset itu biasa,”kata Amrullah lagi.

Amrullah berkeyakinan, jika Andi mengambil sikap yang disarankan, UIN akan berfikir ulang.

“Kecuali momentum ini dijadikan alat pencitraan, saya fikir hitugannya harus cermat dong,”pungkas Amrullah yang juga Ketua Ikafuri.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here