BERBAGI

Laporan : Vona/Ilham/CJ
LAMPUNG SELATAN – Usai terjadi gesekan dengan kepolisan dari Polres Lamsel, akhirnya pihak Perwakilan LSM GML dipersilahkan masuk oleh pihak PLN Kalianda, Kabupaten Lamsel, Kamis, (13/12).

Kedatangan perwakilan tersebut disambut langsung oleh Kepala Unit Pelayanan Kantor PLN Kalianda Lamsel.

Dalam tanya jawabnya, Koordinator Lapangan (Korlap) GML, Dedi Manda mengungkapkan meminta pihak PLN Kalianda segera memenuhi apa yang menjadi tuntutan mereka.

BACA JUGA  Wagub Buka Rakor Pencairan Dan Pertolongan Daerah

“Kami lihat ada 7000 PJU, dan ada 6000 yang dianggap ilegal, jadi kami meminta dihidupkan kembali, sangat lucu ketika PLN meminta kepada Pemkab Lamsel, karena jika ilegal itu kewajiban PLN yang mengawasi, siapa yang pasang di pantau, jangan-jangan jin yang pasang” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Dewan Penasehat GML, Muslihun, yang meminta kepada pihak PLN Kalianda, yang menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan investigasi ke Lapangan.

BACA JUGA  Kodim 0421/LS Gelar Silaturahmi Bersama Jurnalis

“Tolong di oval pabrik besar di Lamsel, kemungkinan itu yang melakukan pencurian listrik, kami juga minta dihapuskan beban tambahan dalam pembayaran tagihan listrik” jelasnya.

“Kami curiga di PLN dan Pemkab ada oknum yang bermain dengan uang rakyat, Masyarakat tidak tahu cara menghitung tagihan, kami juga sudah menyiapkan pulbaket” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here