Laporan: Nara J Afkar

MESUJI – Pemerintah Kabupaten Mesuji bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji mengambil langkah cepat untuk menangani Abrasi yang terjadi di Kecamatan Rawa Jitu Utara (RJU).

Dimana hal itu disebabkan oleh tingginya arus lalu lintas Spead Boad pengangkut hasil Tambak milik PT Wahyu Mandira (WM) Dipasena, Teluk Gedung, dan PT PNS yang kerap kali melintasi di Saluran Primer Buatan yang melintasi tiga desa yaitu Desa Sidang Muarajaya Sidang Sidorahayu, dan Sidang Iso Mukti di Kecamatan RJU.

Sejauh ini, pihak Pemerintah Daerah Mesuji terus berkonsultasi ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, selaku pihak yang berwenang menangani terkait rencana Rehabilitasi Abrasi ini.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Mesuji Irhandi Juanesvan saat di temui Kamis (30/1).

BACA JUGA  Polri Sosoalisasikan Bahayanya Miliki Senjata Api Ilegal

Dia mengatakan, bahwa mengingat biaya yang dibutuhkan untuk Rehabilitasi Abrasi ini cukup besar, jadi pihaknya berharap agar Balai BWS Sekampung Mesuji bisa segera melakukan penanganan melalui dana APBN.”Dan alhamdulillah, kemarin sudah masuk di Renstra Balai Besar Kementerian PUPR untuk penanganannya ditahun ini,”Kata pria yang akrab disapa Anest itu.

Sementara, menurut Anest terkait pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sendiri, pihak pemerintah akan melakukan percepatan pembangunan. Sebab, ketika TPI itu nanti berjalan sesuai dengan fungsinya dan normal maka secara otomatis transportasi hasil perikanan tambak maupun tangkapan nelayan itu tidak lagi melintas di Saluran Primer yang akhirnya mengakibatkan terjadinya Abrasi.

“Untuk itu, upaya percepatan terhadap pembangunan TPI itu juga merupakan salah satu upaya penanganan Abrasi tersebut. Kami akan berkomunikasi dengan pihak Balai dan OPD terkait untuk mencari solusi penanganan abrasi tersebut. Seperti dari dinas perikanan di minta segera menyelesaikan atau melengkapi fasilitas di TPI. Sementara Dinas PUPR akan segera melakukan perbaikan jalan, dan Dinas Perkim segera melakukan pengalokasian permukiman yang terkena Abrasi tersebut,”tambahnya.

BACA JUGA  Perampokan di Mesuji Kian Meresahkan

Ditambahkannya, akses jalan-jalan darat yang ada akan segera perbaiki akses jalan menuju TPI dan akses jalan menuju Pasar Rawa Jitu melalui akses darat nantinya akan segera diperbaiki, sehingga akses pengangkutan hasil tangkapan ikan dan lain sebagainya nantinya akan lebih mengandalkan jalur akses darat.

“Target kami, di akhir tahun 2020 ini semua sudah normal baik hal pengoperasian TPI berikut perbaikan terkait Abrasi ini,”tandasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here