62 Tahun Indonesia-Korut, Perlu Memperluas Cakrawala Kolaborasi

Jumat, 10 April 2026 | 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR — Diplomasi tidak selamanya harus dilakukan di meja perundingan yang kaku. Kadang kala, sebuah percakapan di taman bunga mampu melahirkan visi besar bagi masa depan bangsa. Seperti yang dilakukan Bung Karno saat memberikan bunga anggrek Dendrobium kepada Presiden Kim Il Sung dalam pertemuan kedua tokoh ini di Kebun Raya Bogor, 13 April 1965.

“Kita tentu masih mengingat dengan jelas bagaimana diplomasi bunga Kimilsungia lahir di Kebun Raya Bogor ini. Nama yang diberikan langsung oleh Bung Karno untuk anggrek tersebut menjadi bukti betapa eratnya ikatan emosional kedua pemimpin. Hubungan ini melampaui batas-batas birokrasi, menyatukan rasa saling menghormati yang tetap hidup hingga generasi saat ini,” ujar Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-RRD Korea, Dr. Teguh Santosa, di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor, Kamis, 9 April 2026, dalam peringatan 61 tahun kunjungan Kim Il Sung ke Indonesia, dan 62 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Utara.

Hadir dalam peringatan itu antara lain Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes RRD Korea So Kwang Yun, Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri RI, Arifianto Sofiyanto, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN Dr. R. Hendrian, dan Ketua Partai Bhinneka Nurdin Purnomo. Juga masyarakat Korea di Indonesia dan sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas. Dalam peringatan itu, Kedubes RRD Korea juga menggelar pameran foto dan buku.

Teguh juga mengatakan, kunjungan Kim Il Sung yang didampingi putranya, Kim Jong Il, enam dekade lalu bukan kunjungan kenegaraan biasa, melainkan simbol dari persahabatan tulus antara dua bangsa yang memiliki semangat yang sama dalam memperjuangkan kedaulatan dan solidaritas bangsa-bangsa Asia-Afrika.

Baca Juga:  Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga

Kunjungan Kim Il Sung berlangsung dari tanggal 10 sampai 20 April 1965. Selain untuk menghadiri peringatan satu dekade Konferensi Asia-Afrika di Bandung, Kim Il Sung juga menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Indonesia dan bintang Republik Indonesia Kelas I Adipurna dari Bung Karno.

Kim Il Sung juga merayakan ulang tahunnya yang ke-53 pada 15 April 1965.

Dalam bagian lain, Teguh mengatakan, tantangan global yang semakin kompleks mengharuskan kedua negara memperkuat kerja sama di berbagai bidang.

“Kita perlu memperluas cakrawala kolaborasi, mulai dari sektor kebudayaan, pendidikan, hingga pertukaran pemikiran mengenai pembangunan yang berkelanjutan bagi kemakmuran rakyat kedua negara,” ujar Direktur Geopolitik GREAT Institute ini.

Dosen Hubungan Luar Negeri UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini juga mengatakan, semangat persahabatan yang dirintis pada tahun 1965 menjadi modal sosial yang kuat bagi kita untuk terus mendukung stabilitas di Semenanjung Korea, sembari mempererat kemitraan bilateral yang lebih produktif di masa-masa mendatang.

“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk menyegarkan kembali komitmen persahabatan tersebut. Bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk merumuskan langkah nyata bagaimana hubungan Indonesia dan Korea dapat memberikan kontribusi positif bagi tatanan dunia yang lebih harmonis dan adil,” demikian Teguh.

Hubungan Semakin Signifikan

Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes RRD Korea, So Kwang Yun, dalam sambutannya di awal peringatan, mengatakan bahwa hubungan kedua negara semakin signifikan. Ini ditandai dengan kunjungan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, pada bulan Oktober 2025.

Baca Juga:  Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi, Lampung Kelak jadi Pangkalan Kapal Induk Ini

Dalam kunjungan itu, sebut So, Menlu Sugiono berpartisipasi dalam berbagai acara penting.

“Selama acara-acara ini, terjadi pertukaran pandangan mengenai isu-isu yang bertujuan untuk lebih memperkuat dan mengembangkan hubungan kerja sama persahabatan tradisional antara kedua negara, serta hal-hal yang menjadi kepentingan bersama,” ujar So yang sudah hampir sembilan tahun berada di Indonesia.

Secara khusus, lanjutnya, penandatanganan Memorandum of Understanding antara Pemerintah RRD Korea dan Pemerintah Republik Indonesia tentang pembentukan mekanisme konsultasi bilateral telah semakin memperkuat landasan untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan kerja sama dan pertukaran antara kedua negara.

“Pemerintah Republik Korea memiliki pendirian yang teguh untuk terus mengembangkan hubungan persahabatan dengan Indonesia, yang memiliki sejarah dan tradisi yang panjang,” kata So lagi.

“Hubungan kerja sama persahabatan antara kedua negara, yang dibangun dan terus diperkuat oleh para pemimpin besar, diwarisi dan dikembangkan hingga saat ini tanpa perubahan di bawah kepemimpinan bijaksana dari Kamerad Kim Jong Un yang terhormat,” demikian So.

Senada dengan So Kwang Yun, Direktur Asia Timur Kemlu Ri, Arifianto Sofiyanto, juga mengatakan, pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan Korea Utara dan hal itu diperlihatkan dalam kunjungan menlu RI Sugiono tahun lalu.

Arifianto dalam sambutannya juga menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan termasuk Semenanjung Korea. []


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Desty


Sumber Berita : Adpim

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok
Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat
APINDO Diharap Perkuat Ekosistem Usaha dan Pemberdayaan UMKM

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:22 WIB

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

Berita Utama

IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:22 WIB