Laporan : Nara/CJ
TULANGBAWANG – Sebanyak 2000 massa pendukung salah satu paslon (pasangan calon) Capres (calon presiden) dan Cawaspres (calon wakil presiden) mendatangi kantor KPUD (komisi pemilihan umum daerah) Tulang Bawang terkait selisih hasil penghitungan suara di TPS (tempat pemungutan suara) 1 dan 2 Kampung Menggala, mereka merasa dirugikan untuk perolehan suara dan menuntut pencoblosan ulang.

Personel Polres Tulang Bawang yang sudah mengamankan kantor KPUD berusaha menenangkan para pengunjuk rasa, tetapi massa yang sudah terprovokasi tidak mengindahkan himbauan dari petugas. Sehingga terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan pasukan dalmas Polres.

BACA JUGA  Kunjungi Posko, Winarti Beri Semangat Untuk Pengungsi

Massa pengunjuk rasa semakin bertindak anarkhis dan mulai mendorong, menendang dan melempari pasukan dalmas dengan menggunakan batu. Melihat aksi tersebut, pasukan dalmas Polres langsung melakukan lintas ganti dengan Kompi PHH Brimob.

IKLAN

Massa semakin anarkhis dan melakukan pembakaran ban, api segera dipadamkan oleh unit pelindung dan ipek, lalu dilakukan tembakan salvo sebanyak tiga kali oleh Kompi PHH Brimob. Tekab 308 Polres langsung melakukan penangkapan terhadap satu orang provokator dan dilakukan tembakan dengan menggunakan gas air mata oleh PHH Brimob untuk membubarkan massa.

BACA JUGA  Jelang Pemilu, Polres Tuba Gelar Diskusi Bersama

Unit Dokkes (kedokteran dan kesehatan) bersama unit pelindung menolong korban yang terluka, mobil AWC (armoured water cannon) menyemprotkan air untuk membubarkan massa yang masih bertindak anarkhis. Saat massa tercerai berai, ada sebagian massa yang melakukan penjarahan terhadap toko elektronik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here