BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Sekitar seratus karyawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (30/1). Mereka menolak kebijakan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko yang akan merumahkan 1500 – an karyawan.

Mereka dipimpin oleh Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsuddin Haris dan Asvi Warman Adam. Selain itu hadir Lukman Hakim, Yan Sopalatan, Rosihun Ubaidillah, Ibu Eni Warsilah, Kauniyah Firdausi, Eman Aminullah, Syarif Hidayat dan lain-lain.

BACA JUGA  LIPI Desak Libatkan Koperasi Secara Sentral dalam PEN

Mereka diterima anggota DPR F- Golkar Fadel Muhammad dan Bara Hasibuan. Untuk itu, DPR akan memanggil Menristek Dikti Muhammad Nasir, untuk menjelaskan kebijakan Kepala LIPI tersebut.

Kebijakan kepala LIPI saat antara lain akan merumahkan 1.500 karyawan, pembabatan satuan kerja eselon 2 dan menhapus eselon 3, rekrutmen diaspora dan kerjasama dengan Bank BRI, yang sebelumnya dengan Bank Mandiri.

BACA JUGA  Survei LIPI; Masih Jokowi

“Kami bukan menolak reorganisasi, tapi seharusnya kebijakan itu dilakukan secara gradual atau bertahap. Sebab, banyak karyawan yang perlu makan kluarganya, susu untuk anak-anaknya, dan kebutuhan lainnya. Jadi, kebijakan itu harus ditinjau kembali,” kata Syamsuddin.

Menurut Syamsuddin, tak bisa hanya beralasan reorientasi dan efisiensi, tapi mengorbankan dan menggelisahkan karyawan yang sudah puluhan tahun bekerja di LIPI.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here